----------------------------
اختلط الطاهر بالماء
*Air yang suci bercampur dengan sesuatu yang suci*
اذا اختلطوا بالماء شيء طاهر ولم يتغير به لقله لم يمنع الطاهرة به لان الماء باق على اطلاقه
Apabila sesuatu yang suci bercampur dengan air dan tidak mengubah sifat air karena jumlahnya sedikit, maka hal itu tidak menghalangi kesucian air, sebab air tersebut tetap dianggap sebagai air murni.
وان لم يتغير به لموافقه الماء في الطعام واللوني والرائحه كماء ورد انقطعت رائحته ينظر,
Dan jika air tidak berubah karena zat yang bercampur memiliki kesamaan dengan air dalam rasa, warna, dan bau, seperti air mawar yang sudah hilang aromanya, maka perlu diperiksa:
فان كان كثيرا بحيث غلب على الماء منع الطهارة وان كان لم يغلب على الماء جازت الطاهرة به.
- Jika zat tersebut dalam jumlah banyak hingga mendominasi air, maka air tersebut tidak sah digunakan untuk bersuci.
- Namun, jika zat tersebut tidak mendominasi air, maka air tetap sah digunakan untuk bersuci.
وان اختلطوا بالماء شيء طاهر وسبب تغيير احد اوصاف الماء من طعامي او لوني او رائحه ناظره
Apabila air bercampur dengan sesuatu yang suci dan menyebabkan perubahan pada salah satu sifat air (rasa, warna, atau bau), maka perlu dilihat:
فان كان مما لا يمكن حفظ الماء منه كا لطلحب وغيره مما هو في مقري الماء ممره جازت الطاهرة لانه لا يمكن صون الماء عنه فعفي عنه
- Jika yang menyebabkan perubahan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, seperti lumut dan sejenisnya yang biasa terdapat di sumber air, maka air tersebut tetap sah digunakan untuk bersuci, karena hal itu dimaafkan.
وان كان مما يمكن حفظه منه ينظر
- Jika perubahan tersebut disebabkan oleh sesuatu yang bisa dihindari, maka perlu diperiksa:
وان كان مما لا يزيل اسم الماء عنه ك لتراب والد واء لم يؤثر لانه لم يزيل عنه اطلاق اسم الماء باختلاطه به
- Jika zat tersebut tidak menghilangkan sebutan "air" secara umum, seperti tanah atau obat-obatan, maka hal itu tidak mempengaruhi kesucian air, sebab air masih disebut sebagai air meskipun bercampur dengan zat tersebut.
وان كان شيئا سوى الزعفران وتمر والدقيق وغير ذلك مما يستغني عنه الماء لم يجر الوضوء به لانه زال تلاقي اسم الماء.
- Namun, jika yang bercampur adalah zat lain seperti saffron, kurma, atau tepung, dan air tersebut tidak lagi disebut sebagai "air murni," maka air tersebut tidak sah digunakan untuk berwudhu, sebab air telah kehilangan sifatnya sebagai air suci murni.
--------------------------------
*_Kesimpulan tambahan:_*
*Air tetap sah digunakan untuk bersuci jika benda yang bercampur:*
1. Tidak mengubah sifat air secara dominan.
2. Tidak dapat dihindarkan (seperti lumut atau tanah alami).
3. Air tidak sah digunakan untuk bersuci jika benda yang bercampur:
4. Mengubah sifat air secara dominan (warna, rasa, atau bau). Menghilangkan nama air, seperti menjadi minuman atau adonan.
5. Kaidah penting: Air tetap dianggap mutlak selama nama dan sifat air masih ada, sesuai syarat kesucian dalam bersuci.


Posting Komentar
0Komentar