كُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عن رَعِيَّتِهِ، والأمِيرُ راعٍ، والرَّجُلُ راعٍ على أهْلِ بَيْتِهِ، والمَرْأَةُ راعِيَةٌ على بَيْتِ زَوْجِها ووَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عن رَعِيَّتِهِ.
الراوي: عبدالله بن عمر • البخاري، صحيح البخاري (٥٢٠٠) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٥٢٠٠)، ومسلم (١٨٢٩)
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang pemimpin adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang perempuan adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
___________________
Perawi: Abdullah bin Umar
Sumber: Shahih Bukhari (5200), juga diriwayatkan oleh Muslim (1829)
Status Hadis: Shahih
Penjelasan:
كلكم راع): الراعي هو الحافظ المؤتمن، أو هو من وكل إليه تدبير الشيء وسياسته وحفظه ورعايته، مأخوذ من الرعي وهو الحفظ.
"Kullukum ra’in (setiap kalian adalah pemimpin): Pemimpin adalah penjaga yang diberi amanah, atau seseorang yang diberi tugas untuk mengatur sesuatu, mengelolanya, menjaganya, dan merawatnya. Kata ini diambil dari "ra’i" yang berarti penjagaan."
(وكلكم مسئول عن رعيته): الرعية كل ما يشمله حفظ الراعي ونظره.
"Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya (ra’iyyatihi): Ra’iyyah adalah segala sesuatu yang termasuk dalam penjagaan dan perhatian pemimpin (ra’i)."
قال العلماء: الراعي هو الحافظ المؤتمن الملتزم صلاح ما قام عليه وما هو تحت نظره، ففيه أن كل من كان تحت نظره شيء فهو مطالب بالعدل فيه، والقيام بمصالحه في دينه ودنياه ومتعلقاته.
"Para ulama berkata: Pemimpin adalah penjaga yang diberi amanah, yang berkomitmen untuk memperbaiki apa yang ada di tangannya dan apa yang berada di bawah pengawasannya. Dalam hal ini, setiap orang yang memiliki sesuatu yang berada di bawah pengawasannya, maka dia wajib untuk berlaku adil terhadapnya dan mengurus kepentingannya baik dalam urusan agama, dunia, dan segala hal yang terkait dengannya."
Pelajaran Penting:
1. Setiap orang yang mendapatkan amanah menjadi pemimpin atas orang lain maka dia akan tanyak atas kepemimpinannya. Maka dijelaskan salah tugas Pemimpin atas rakyatnya adalah
يكون الأمير أو الحاكم أو الإمام مسئولا عن منهم تحت ولايته، ويتحقق ذلك بإقامة العدل فيهم، وردّ الحقوق لأصحابها، والاستماع لنصائحهم، والحرص على مصالحهم، وتذليل السبل لتنمية ثروتهم، والضرب على أيدي المفسدين والظالمين.
"Seorang amir (pemimpin), atau penguasa, atau imam bertanggung jawab atas mereka yang berada di bawah kewenangannya. Tanggung jawab ini terwujud dengan menegakkan keadilan di antara mereka, mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya, mendengarkan nasihat mereka, menjaga kepentingan mereka, berusaha keras untuk mengembangkan kekayaan mereka, dan menindak para pemufasdan dan penindas."
2. Laki laki menjadi pemimpin atas keluarganya dalam rangka mendidik dll. Sebagaimana dijelaskan
يكون الرجل مسئولا عن أهل بيته، تربية وتعليما وتهذيبا وتقويما؛ ولذا ينبغي عليه الأخذ بهم عن طريق الدنايا، والابتعاد عن مواطن الرِّيب، وتوفير ما يحتاجونه من سكن وطعام وشراب ولباس، كل ذلك في غير تقتير ولا إسراف، وليكن في بيته عينا راعية، وأذنا واعية، يتفقد الأمور، ويتحرى المصالح، ويقيم العدل في رعايا مملكته الصغيرة.
"Seorang laki-laki bertanggung jawab atas keluarganya, dalam hal pendidikan, pengajaran, pembinaan, dan perbaikan; oleh karena itu, dia seharusnya membimbing mereka dengan cara yang baik, menjauhkan mereka dari hal-hal yang meragukan, serta menyediakan kebutuhan mereka berupa tempat tinggal, makanan, minuman, dan pakaian, semuanya tanpa berlebihan atau berlebih-lebihan. Dan hendaknya di rumahnya ada mata yang menjaga, telinga yang mendengar, memeriksa segala urusan, mencari manfaat, dan menegakkan keadilan di dalam kerajaan kecilnya."
3. Seorang perempuan bertanggung jawab atas keluarga suaminya dalam hal menjadi harta suami dan mendidik anak anaknya. Sebagaimana dikatakan dalam keterangan ibaroh berikut :
تكون المرأة مسئولة في بيت زوجها، عن خدمة ورعاية زوجها، وتربية وإصلاح أبنائها، مع كونها حكيمة صبورة مدبّرة، وعلى المال قائمة راعية حافظة له منمّية.
"Seorang wanita bertanggung jawab di rumah suaminya, dalam hal melayani dan merawat suaminya, mendidik dan memperbaiki anak-anaknya, dengan tetap menjadi wanita yang bijaksana, sabar, dan cerdas. Dia juga bertanggung jawab atas harta, menjaga, merawat, dan mengembangkannya."
4. Semua manusia menjadi pemimpin kepada yang menjadi amanah kepadanya. Sehingga wajib baginya untuk menjaga amanah. Sebagaimana dikatakan dalam ibaroh:
قال الإمام الطيبي رحمه الله تعالى: "إن الراعي ليس مطلوبا لذاته، وإنما أُقِيم لحفظ ما استرعاه؛ فينبغي أن لا يتصرف إلا بما أَذن الشارع فيه،
Imam al-Tibi رحمه الله تعالى berkata: "Sesungguhnya pemimpin (ra’i) tidak dicari untuk dirinya sendiri, melainkan dia diangkat untuk menjaga apa yang telah dipercayakan kepadanya. Oleh karena itu, seharusnya dia tidak bertindak kecuali dengan apa yang diizinkan oleh syariat."
Wallahu A'lam bi showab

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar