Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)
Puasa sebagai Konsekuensi Iman
Perintah berpuasa dalam ayat ini diawali dengan sapaan “Yaa Ayyuhalladziina Aamanuu, yang menegaskan bahwa puasa merupakan konsekuensi langsung dari keimanan seseorang. Dalam kitab *Bada’i al-Ma’anii: Ayaat al-Shiyaam Tadabbur wa Tahlil*, Dr. Abdul Muhsin bin Abdil Aziz al-Askar menjelaskan bahwa sapaan ini menunjukkan bahwa puasa adalah bagian integral dari keimanan seseorang kepada Allah SWT.
Hakikat Iman dan Amal Perbuatan
Iman bukan sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Al-Hasan pernah mengatakan:
إِنَّ الإِيمَانَ لَيْسَ بِالتَّحَلِّي، وَلَا بِالتَّمَنِّي، إِنَّ الإِيمَانَ مَا وَقَرَ فِي الْقَلْبِ وَصَدَّقَهُ الْعَمَلُ
Sungguh iman itu bukanlah kata-kata manis dan bukan angan-angan. Sungguh iman itu adalah keyakinan yang tertanam dalam hati dan dibuktikan dengan perbuatan (amal shalih).
Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang menjadi bukti nyata dari keimanan seseorang. Ibadah ini bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Definisi Iman dalam Perspektif Ulama
Dalam Lisan al-Arab, Ibnu Manzhur menyebutkan bahwa Ibnu al-Zajaj menjelaskan definisi iman dengan ungkapan:
الإيمان إظهار الخضوع والقبول للشريعة ولما أتى به النبي، صلى الله عليه وسلم، واعتقاده وتصديقه بالقلب
"Iman adalah memperlihatkan ketundukan dan penerimaan pada syariat Allah dan segala yang dibawa oleh Nabi SAW, disertai dengan meyakini dan membenarkannya dengan hati."
Berdasarkan definisi ini, maka dapat dipahami bahwa puasa menjadi bagian dari ketundukan seorang hamba kepada Allah, serta menunjukkan sikap penerimaan terhadap perintah-Nya, serta menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman akan membuktikan keimanannya dengan amal shalih yaitu ketundukan dan kepatuhan kepada Syariat Allah. Seperti orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Ia berpuasa karena beriman kepada Allah SWT bukan karena yang lain
Karena itu, kita akan menjumpai betapa banyak ungkapan iman di dalam al-Qur’an yang selalu disertakan dengan ungkapan amal shalih. Terdapat 60 kali ungkapan “amanuu wa’amilush shoolihaat” di dalam al-Qur’an. Hal ini menunjukan bahwa iman tidak bisa dipisahkan dari amal shalih.
Orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman adalah orang mau menyelesaikan segala masalah dalam hidupnya dengan merujuk kepada hukum Allah dan Rasul-Nya.
Allah berfirman: QS. An-Nisa ayat 65:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa: 65)
Orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman adalah orang yang tidak memilih pilihan lain ketika sudah ada ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Ketika bermu’amalh
ia tidak akan mengambil system yang lain karena Islam memilki seperangkat aturan tentang muamalah antar manusia. Ketika berpolitik ia tidak akan memilih politik
kapitalis sekular, karena Islam memiliki hukum-hukum yang berkaitan dengan politik. Dst..
Kesimpulan
Puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga merupakan sarana peningkatan spiritual yang mengantarkan seorang mukmin kepada ketaqwaan hakiki. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang muslim diajarkan untuk mengontrol hawa nafsunya, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan mencapai derajat ketaqwaan yang hakiki. Aamiin.

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar