Tatkala Allah hendak menolong kaum Muslimin, maka tidak ada
sesuatupun yang dapat menghalanginya sebagaimana Allah menolong pasukan
Muslimin pada Perang Badar karena mereka berserah diri kepada Allah.
Sebagaimana termaktub dalam surat Ali Imran,
Allah SWT berfirman :
إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ
وَإِن يَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِي يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ وَعَلَى
ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat
mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka
siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu?
Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (QS.
Ali Imran (3) : 160).
Dan sebaliknya apabila Allah hendak menimpakan malapetaka
kepada mereka maka tidak ada sesuatupun yang dapat menghalang-halanginya.
Maka pondasi yang perlu dibangun dalam diri seorang muslim adalah sikap tawakal
kepada Allah SWT. Karena tidak ada yang bisa menolong seseorang selain
dari pertolongan Allah SWT.
Lalu apa saja perkara-perkara yang dapat mendatangkan
pertolongan Allah SWT. ? Mari simak penjelasan dari dr. Nasrul Syarif
M.si.
Pertama, rahasia untuk meraih pertolongan Allah SWT adalah
mempunyai niat atau tekad yang kuat, dan menyebutnya dalam setiap doa, serta
memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Makin sering berzikir dan berdoa kepada
Allah SWT, maka kita akan makin disukai oleh Allah SWT. Karena Zikir dan doa
itu bisa menenangkan hati yang gelisah. Ingatlah bahwa Zikir dan doa adalah
sarana ampuh pembuka pintu langit dan pengundang pertolongan Allah SWT.
Kedua, adalah dengan melazimkan dan memperbanyak istighfar.
Melazimkan itu artinya tidak sekedar melantunkan secara lisan, namun secara
istiqomah atau kontinu melakukannya baik di kala suka maupun duka.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang senantiasa
beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari
setiap kesempitan dan kelapangan, dari segala kegundahan, serta Allah akan
memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu
Dawud dan Ibnu Majah).
Ketiga, rahasia ketiga adalah sabar dan sholat.
Perjuangan menegakkan kebenaran harus diiringi dengan kesabaran
dan memperbanyak shalat, sehingga menjadi ringan segala kesukaran dan cobaan,
karena Allah senantiasa beserta orang-orang yang sabar.
Dia akan menolong, menguatkan dan memenangkan orang-orang yang
berjuang menegakkan kebenaran agamanya. Sebagaiman firman-Nya :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ
ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.
Al-Baqarah (2) : 153).
Keempat, adalah menolong agama Allah. Siapa saja yang berjuang
di jalan-Nya, di bawah panji agama-Nya, maka Allah SWT akan menjadi
penolong-Nya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن
تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ
“ Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad (47) :
7).
Menolong agama Allah SWT. Berarti berani mengorbankan harta dan
jiwa. Allah akan menguatkan hati dan barisan mereka dalam melaksanakan
kewajiban mempertahankan agama Islam dengan memerangi orang-orang kafir yang
hendak meruntuhkannya, sehingga agama Allah itu tegak dengan kokohnya.
Kelima, agar mendapatkan pertolongan Allah SWT adalah
gemar bersedekah dan peduli sesama. Ingatlah bahwa menolong sesama
hakikatnya kita tengah menolong diri kita sendiri. Sebab, pahalanya akan
kembali kepada diri kita.
Keenam, adalah selalu berupaya memelihara dan menjaga kwalitas
ketaqwaan. Ibnu Ishaq menuturkan bahwa Allah SWT telah berjanji kepada
orang-orang yang memelihara ketaqwaan bahwa mereka akan diberi furqan. Furqan
adalah kemampuan dalam membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
Sebagaimana firman-Nya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا
اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami
akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari
kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai
karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal (8) : 29).
Ketujuh, adalah berupaya untuk terus tawakal hanya kepada
Allah SWT. Tawakal adalah pangkal, batang, dan ujung ikhtiar. Tawakal tidak
akan menjadikan seseorang jatuh kepada kesombongan tatkala merasa
memperoleh keberhasilan dan jatuh pada keterputus asaan tatkala apa yang
diusahakan belum diijabah Allah SWT. Dia akan berada pada sebuah keyakinan
bahwa segala sesuatu yang diusahakan manusia berada pada kehendak dan keridhoan
Allah SWT.
Tawakal akan menjadi sebab tercukupinya kebutuhan. Tawakal akan
mengganti sesuatu yang hilang dengan yang lebih baik. Tawakal mengundang
pertolongan Allah SWT dari langit. Tawakal itu menenteramkan hati sekaligus
sumber kekuatan rahasia seorang mukmin.
Demikian tuju kunci mendatangkan pertolongan Allah SWT. Semoga
Allah SWT. Senantiasa memberikan pertolongan dalam langka dakwah kita. Aamiin
--------------------------
Referensi : di rangkum dari tulisan dari Dr. Nasrul Syarif M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo. Wakil Ketua Komnas
Pendidikan Jawa Timur


Posting Komentar
0Komentar