Dalam sebuah hadits disebutkan
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi )
Ada pelajaran penting yang bisa kita ambil dari hadits Nabi diatas. Dimana beliau memberikan gambaran dua orang yang mempunyai kedudukan yang berbeda. Pertama orang yang beruntung yaitu orang yang diberi nikmat Allah SWT berupa umur panjang lalu dengan umur yang panjang itu dia gunakan untuk ibadah kepada Allah SWT.
Di dalam hadits yang lain disebutkan :
وعَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :« أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ : خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya wahai Rasûlullâh”. Beliau bersabda, “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya”. [HR. Ahmad; Ibnu Hibbân; dan al-Baihaqi.]
Golongan yang kedua ada orang yang diberi umur panjang namun dengan umur panjang itu ternyata tidak lantas mendorong dirinya menghabiskan waktunya untuk beribadah kepada Allah SWT. Alias waktunya banyak di sia-siakan untuk perkara dunia.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjadikan waktu didalam mengisi umur untuk senantiasa dalam kebaikan. Imam asy-Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,
صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك
“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”
Beliau melanjutkan,
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل
"Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” [Sumber: al-Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub al-‘Ilmiyah]
WAlhasil, orang yang beruntung adalah orang yang menjadikan umur nya untuk digunakan dalam ibadah kepada Allah SWT. Mengabdikan dirinya hidup dijalan Allah SWT. Selalu menebarkan nilai nilai Islam dengan mendakwahkan demi terwujudnya kemuliaan Islam.


Posting Komentar
0Komentar