Tarbiyah_ Secara kondrat ilahiyah sosok ayah adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Maka selamatnya sebuah rumah tangga tergantung bagaimana pemimpinnya dalam membawa rumah tangga mereka.
Allah SWT berfirman:
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ
"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), juga karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (kepada wanita) (QS an-Nisa’ [4]: 34).
Dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. (An-Nisa: 34) Yakni menjadi kepala rumah tangga atas mereka; seorang istri diharuskan taat kepada suaminya dalam hal-hal yang diperintahkan oleh Allah yang mengharuskan seorang istri taat kepada suaminya. Taat kepada suami ialah dengan berbuat baik kepada keluarga suami dan menjaga harta suami.
Di sinilah dapat dipahami betapa Allah SWT.membebankan tanggung jawab yang luar biasa kepada seorang ayah untuk membina rumah tangga mereka. Namun Allah SWT. Juga menjanjikan pahala yang luar biasa kepada seorang ayah yang mampu membina keluarga nya.
Maka sadarilah wahai ayah, tugasmu tidak hanya menjemput Rizki yang halal untuk keluarga mu tapi juga memastikan keselamatan atas keluargamu dari kebinasaan. Maka bekalilah dirimu dengan pendidikan yang mumpuni. Karena mendidik Keluarga harus dengan keteladanan. Dan keteladanan yang baik tentu lahir dari pemahaman terbaik nilai nilai Islam yang baik. Maka dari sinilah pentingnya pendidikan.
"wahai ayah, tugasmu tidak hanya menjemput Rizki yang halal untuk keluarga mu tapi juga memastikan keselamatan atas keluargamu dari kebinasaan."
Dan yang paling diperlukan bagi seorang ayah adalah kesabaran dalam membina keluarga. Tanpa kesabaran maka Masalah yang muncul akan menjadi sumber bencana. Cukuplah nasehat Al Qur'an.
Peran Ayah dalam menanamkan Aqidah sejak dini Pada Anak
Menanamkan tauhid/Aqidah kepada anak merupakan pondasi dasar dalam pendidikan Islam, bahkan nilai tauhid harus diajarkan sejak awal pertumbuhan mereka. Sehingga nilai itu akan tumbuh mengakar di dalam jiwa anak. Tauhid artinya sebagai seorang hamba harus meyakini penuh bahwa Allah sebagai satu-satunya yang kita sembah.
Hal yang bisa dilakukan seorang ayah adalah pertama menanamkan kepada anak akan kebutuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Serta memberi pelajaran untuk selalu melibatkan Allah SWT dalam segala perbuatan.
Atau mengajak anak berpikir tentang hakikat alam semesta dan segala isinya bahwa semua itu adalah ciptaan Allah SWT.
Membuat anak cinta kepada syariat Islam
Penting sejak dini menanamkan pengetahuan dan kecintaan anak tentang syariat Islam. Misal mendidik anak perempuan untuk belajar menutup aurat, tidak berkata bohong , dan mempunyai akhlak mulia. Dimana semua itu bagian dari syariat Islam.
Hal lain yang bisa diajarkan oleh orang tua, khususnya ayah adalah mengajak anak untuk ikut sholat berjamaah di masjid. Dan banyak hal lagi yang bisa ditanamkan di dalam kehidupan anak tentang nilai nilai syariat Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِ يْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153).
Jadilah ayah yang tangguh, tidak hanya mampu mendekte keluarga dengan perintah-perintah tapi juga keteladanan yang baik dengan melakukan kegiatan yang sederhana. Semoga bermanfaat.

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar