اهمية وجود الإمامِ الخليفة ودَوامِ بَقَانِهِ
Pentingnya Keberadaan Imam (Khalifah) dan Kelangsungan Kepemimpinannya
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وآله وسلم قَالَ: «إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ،وَإن يَأْمرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنه. (صحيح المسلم).
Diriwayatkan oleh Zuhair bin Harb, dari Syababah, dari Warqa’, dari Abu Al-Zinad, dari Al-A‘raj, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya imam (pemimpin) adalah perisai, yang orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah dan berlaku adil, maka ia akan mendapat pahala. Namun, jika ia memerintahkan yang selain itu, maka ia akan mendapatkan akibat dari perbuatannya." (HR. Muslim)
Penjelasan Mualif
جنّة أَي دِرْعَ ووقاية من كل ما يَضُرُّ وَيُؤْذِي الرّعِيَّةَ، يُقاتَل به العدو فيحافظ : به على البلاد والأموال والأعراض وتَرواتِ الأمة، وحالنا فِي غِيَابِهِ عَني عن المقال في فَلِسْطِيْنِ وسُوريا والعراق وأفغانستان وبُورْما وتركستان الشرقية كشمير والشَّيْشَانِ وغَيْرها، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Kata جنّة (junnah) berarti perisai atau pelindung dari segala sesuatu yang membahayakan dan menyakiti rakyat. Dengan keberadaannya, musuh dapat diperangi sehingga negara, harta, kehormatan, dan kekayaan umat dapat dijaga.
Ketika pemimpin ini tidak ada, maka keadaan umat menjadi kacau, sebagaimana yang terjadi di Palestina, Suriah, Irak, Afghanistan, Burma, Turkistan Timur, Kashmir, Chechnya, dan tempat lainnya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung.
قال الامام علي رضي الله عنه وانه لابد للناس من امير بر فاجر يعمل في امرته مؤمن ويستمتع فيها الكافر ويبلغ الله فيها الاجل ويجمع به الفيء ويقاتل به العدو وتامن به السبل ويؤخذ به للضعيف من القوي حتى يستريح به بر ويستراح من فاجر
Imam Ali رضي الله عنه berkata:
"Sesungguhnya manusia pasti membutuhkan seorang pemimpin, baik yang bertakwa maupun yang fasik. Dalam kepemimpinannya, orang beriman dapat beramal, sementara orang kafir juga bisa menikmati kehidupan. Melalui kepemimpinan itu, Allah menetapkan ajal (bagi makhluk-Nya), harta rampasan perang dikumpulkan, musuh diperangi, jalan-jalan menjadi aman, serta hak orang lemah diambil dari orang yang kuat. Sehingga, dengan adanya pemimpin, orang yang baik dapat merasa tenang, dan dari orang yang jahat, manusia bisa merasa aman."
Wallahu A'lam bi showab


Posting Komentar
0Komentar