Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan. Setiap pemberian dan kebaikan yang beliau lakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah ﷻ. Beliau tidak pernah menahan harta untuk kepentingan pribadi, melainkan selalu membelanjakannya untuk membantu fakir miskin, orang-orang yang membutuhkan, perjuangan di jalan Allah, atau bahkan untuk menarik hati seseorang agar menerima Islam, jika keislamannya dapat memberikan manfaat bagi agama ini.
________________________
Sebagaimana dikisahkan:
"وكان جوده صلّى الله عليه وسلّم كلّه لله عزّ وجلّ، وفي ابتغاء مرضاته، فإنّه كان يبذل المال: إمّا لفقير، أو محتاج، أو ينفقه في سبيل الله، أو يتألّف به على الإسلام من يقوى الإسلام بإسلامه."
"Dan kedermawanan Rasulullah ﷺ semuanya hanya untuk Allah ﷻ dan dalam rangka mencari keridhaan-Nya. Beliau memberikan harta, baik kepada fakir miskin, orang-orang yang membutuhkan, diinfakkan di jalan Allah, ataupun untuk menarik hati seseorang agar menerima Islam, apabila keislamannya dapat memperkuat agama ini."
______________________
Beliau ﷺ selalu lebih mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, keluarganya, bahkan anak-anaknya. Kedermawanannya begitu besar hingga pemberiannya tidak dapat ditandingi oleh para raja besar seperti Kisra (Raja Persia) dan Kaisar (Raja Romawi). Sementara itu, kehidupan pribadinya tetap sederhana, hingga bulan demi bulan berlalu tanpa ada api yang dinyalakan di rumahnya untuk memasak makanan. Sering kali, beliau ﷺ harus mengikat batu di perutnya untuk menahan rasa lapar yang mendera.
_________________________
Sebagaimana dikisahkan:
"وكان يؤثر على نفسه وأهله وأولاده، فيعطي عطاء يعجز عنه الملوك مثل كسرى وقيصر، ويعيش في نفسه عيش الفقراء، فيأتي عليه الشهر والشهران لا يوقد في بيته نار، وربما ربط على بطنه الحجر من الجوع."
"Beliau ﷺ lebih mengutamakan orang lain dibandingkan dirinya, keluarganya, dan anak-anaknya. Beliau memberi dengan jumlah yang tak dapat ditandingi oleh para raja seperti Kisra dan Kaisar. Sementara itu, beliau sendiri hidup dalam kesederhanaan seperti orang miskin. Sering kali, dua bulan berlalu tanpa ada api yang dinyalakan di rumahnya (untuk memasak). Bahkan, terkadang beliau mengikat batu di perutnya karena lapar."
________________________
Suatu ketika, Rasulullah ﷺ kedatangan tawanan perang, dan putrinya, Fathimah رضي الله عنها, mengadu kepadanya tentang beratnya pekerjaan rumah tangga yang harus ia lakukan. Fathimah pun meminta seorang pembantu untuk membantunya. Namun, Rasulullah ﷺ menolak dan justru mengajarkan dzikir sebelum tidur: tasbih (سبحان الله), takbir (الله أكبر), dan tahmid (الحمد لله).
Beliau ﷺ berkata:
"لا أعطيك وأدع أهل الصّفّة تطوى بطونهم من الجوع"
"Aku tidak akan memberikan pembantu kepadamu sementara ada orang-orang dari Ashabus Suffah yang perutnya kosong karena kelaparan."
Kedermawanan Rasulullah ﷺ di Bulan Ramadan
Di antara waktu-waktu di mana kedermawanan Rasulullah ﷺ semakin bertambah adalah di bulan Ramadan. Kemurahan hati beliau berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainnya, sebagaimana Allah juga melipatgandakan rahmat dan keberkahan-Nya pada bulan yang suci ini.
__________________________
Sebagaimana dikisahkan:
"وكان جوده صلّى الله عليه وسلّم يتضاعف في شهر رمضان على غيره من الشهور، كما أنّ جود ربّه يتضاعف فيه أيضا، فإنّ الله جبله على ما يحبّه من الأخلاق الكريمة، وكان على ذلك من قبل البعثة."
"Kedermawanan Rasulullah ﷺ di bulan Ramadan lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Allah ﷻ juga semakin bertambah di bulan ini. Allah telah menciptakan beliau dengan sifat-sifat yang mulia, dan hal itu sudah ada pada diri beliau sebelum diangkat menjadi nabi."
_________________________
Bahkan sebelum masa kenabian, Rasulullah ﷺ telah menunjukkan sifat kemurahan hatinya. Dikisahkan bahwa setiap tahun, beliau menyendiri di Gua Hira selama satu bulan untuk beribadah, sambil berbagi makanan kepada siapa saja yang datang kepadanya, khususnya fakir miskin.
___________________________
Sebagaimana dikisahkan:
"ذكر ابن إسحاق عن وهب بن كيسان، عن عبيد بن عمير، قال: كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يجاور في حراء من كلّ سنة شهرا، يطعم من جاءه من المساكين، حتى إذا كان الشهر الذي أراد الله به ما أراد من كرامته، من السّنة التي بعثه فيها، وذلك الشهر شهر رمضان، خرج إلى حراء كما كان يخرج لجواره معه أهله، حتّى إذا كانت اللّيلة التي أكرمه الله تعالى برسالته، ورحم العباد بها، جاءه جبريل من الله عزّ وجلّ."
"Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Wahb bin Kisan, dari Ubaid bin Umair, ia berkata: Rasulullah ﷺ setiap tahun beribadah (berkhalwat) di Gua Hira selama satu bulan, memberikan makanan kepada fakir miskin yang datang kepadanya. Hingga tiba bulan di mana Allah menghendaki kemuliaan bagi beliau, yaitu bulan di mana beliau diangkat menjadi nabi. Bulan itu adalah bulan Ramadan. Beliau pergi ke Hira sebagaimana kebiasaannya, bersama keluarganya. Hingga pada malam di mana Allah memuliakannya dengan risalah (kenabian) dan merahmati umat manusia, malaikat Jibril datang kepadanya."
__________________________
Setelah diangkat menjadi nabi, kedermawanan Rasulullah ﷺ di bulan Ramadan semakin bertambah berkali lipat. Beliau ﷺ bertemu dengan Malaikat Jibril عليه السلام, malaikat paling mulia dan paling dermawan, untuk mempelajari Al-Qur’an, kitab yang paling agung dan penuh dengan ajaran kebaikan serta akhlak mulia.
___________________________
Sebagaimana dikisahkan:
"ثم كان بعد الرسالة جوده في رمضان أضعاف ما كان قبل ذلك؛ فإنه كان يلتقي هو وجبريل عليه السّلام، وهو أفضل الملائكة وأكرمهم، ويدارسه الكتاب الذي جاء به إليه، وهو أشرف الكتب وأفضلها، وهو يحثّ على الإحسان ومكارم الأخلاق."
"Setelah diangkat menjadi nabi, kedermawanan beliau di bulan Ramadan semakin berlipat dibanding sebelumnya. Sebab, di bulan ini beliau bertemu dengan Jibril عليه السلام, malaikat yang paling mulia dan paling dermawan, untuk mempelajari kitab yang telah diturunkan kepadanya. Kitab itu adalah kitab yang paling mulia dan paling utama, yang di dalamnya terdapat perintah untuk berbuat baik dan memiliki akhlak yang luhur."*
____________________________
Kesimpulan
Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan terbaik dalam berbagi dan berbuat baik kepada sesama. Beliau tidak hanya memberi dalam keadaan lapang, tetapi juga ketika sedang kesulitan. Kedermawanannya semakin berlipat ganda di bulan Ramadan, sebagaimana Allah ﷻ juga melipatgandakan rahmat dan berkah-Nya di bulan suci ini.
Semoga kita dapat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu a’lam.

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar