Dalam kehidupan ini, seorang Muslim sering kali dihadapkan pada dilema: tetap teguh di atas kebenaran atau mengikuti arus mayoritas meskipun bertentangan dengan ajaran Islam. Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah memberikan nasihat berharga mengenai hal ini:
لَا تَسْتَصْعِبْ مُخَالَفَةَ النَّاسِ وَالتَّحَيُّزَ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَلَوْ كُنْتَ وَحْدَكَ، فَإِنَّ اللَّهَ مَعَكَ، وَأَنْتَ بِعَيْنِهِ وَكِلَاءَتِهِ وَحِفْظِهِ لَكَ، وَإِنَّمَا امْتَحَنَ يَقِينَكَ وَصَبْرَكَ.
"Jangan merasa sulit untuk menyelisihi manusia dan berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya, meskipun engkau sendirian. Karena sesungguhnya Allah bersamamu, Dia memperhatikanmu, menjaga dan melindungimu. Sesungguhnya Allah hanya sedang menguji keyakinan dan kesabaranmu."
Allah Bersama Orang yang Berpegang Teguh pada Kebenaran
Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan bahwa Dia senantiasa bersama hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan bersabar:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An-Nahl: 128)
Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menguatkan bahwa seseorang yang berpegang pada kebenaran tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Allah:
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
"Sesungguhnya engkau tidak akan meninggalkan sesuatu karena Allah Azza wa Jalla kecuali Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untukmu."
(HR. Ahmad, no. 23074, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Melepaskan Ketergantungan Dunia dan Ketakutan
Imam Ibnul Qayyim melanjutkan nasihatnya:
وَأَعْظَمُ الْأَعْوَانِ لَكَ عَلَى هَذَا -بَعْدَ عَوْنِ اللَّهِ- التَّجَرُّدُ مِنَ الطَّمَعِ وَالْفَزَعِ. "
Dan penolong terbesar bagimu dalam hal ini—setelah pertolongan Allah—adalah membebaskan diri dari ambisi duniawi dan rasa takut."
Dua hal yang sering menghalangi seseorang dari memegang teguh kebenaran adalah ketamakan terhadap dunia dan rasa takut terhadap celaan atau ancaman manusia. Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu, dengarlah dan taatlah serta infakkanlah (hartamu) untuk kebaikan dirimu. Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. At-Taghabun: 16)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ، وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللَّهِ كَفَاهُ اللَّهُ مَؤُونَةَ النَّاسِ
"Barang siapa mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia. Dan barang siapa mencari ridha Allah meskipun manusia marah, maka Allah akan mencukupinya dari gangguan manusia."
(HR. At-Tirmidzi, no. 2414, dinilai sahih oleh Al-Albani)
Jalan Kebenaran Akan Menjadi Mudah
Setelah seseorang terbebas dari ambisi dunia dan rasa takut, maka mengikuti jalan Allah dan Rasul-Nya akan menjadi lebih ringan. Ibnul Qayyim berkata:
فَمَتَى تَجَرَّدْتَ مِنْهُمَا: هَانَ عَلَيْكَ التَّحَيُّزُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَكُنْتَ دَائِمًا فِي الْجَانِبِ الَّذِي فِيهِ اللَّهُ وَرَسُولُهُ.
"Maka kapan pun engkau berhasil membebaskan diri dari keduanya (ambisi dunia dan ketakutan), maka akan menjadi ringan bagimu untuk berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan engkau akan selalu berada di pihak yang bersama Allah dan Rasul-Nya."
Seorang Muslim harus menyadari bahwa hidup ini adalah ujian, dan tidak selamanya kebenaran akan diterima oleh mayoritas manusia. Allah telah menegaskan dalam firman-Nya:
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan."
(QS. Al-An’am: 116)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang tetap berpegang teguh pada kebenaran meskipun mereka sedikit dan asing:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
"Islam dimulai dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing."
(HR. Muslim, no. 145)
Kesimpulan
Dari nasihat Ibnul Qayyim dan dalil-dalil yang telah disebutkan, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:
1. Jangan takut untuk berbeda dari mayoritas jika berada di atas kebenaran.
2. Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa dan istiqamah.
3. Ketamakan dunia dan rasa takut adalah dua penghalang utama dalam memegang teguh kebenaran.
4. Barang siapa mencari ridha Allah, Allah akan mencukupinya dari gangguan manusia.
5. Islam akan kembali asing, dan beruntunglah mereka yang tetap berpegang teguh pada kebenaran.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan keteguhan dalam berpegang pada ajaran Islam, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah hingga akhir hayat. Aamiin.

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar