"الناس نيام فإذا ماتوا انتبهوا"
“Manusia itu tertidur, dan ketika mereka mati, barulah mereka terbangun.”
(Dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)
---
Hidup Ini Bukan Tidur Nyenyak, Tapi Ujian yang Menentukan Nasib Abadi
Kalimat hikmah dari Sayyidina Ali ini mengandung makna yang sangat dalam: manusia sering hidup dalam keadaan lalai, seolah dunia ini segalanya. Mereka sibuk mengejar dunia — harta, tahta, dan kesenangan — sementara akhirat yang kekal terlupakan. Ketika ruh telah berpisah dari jasad dan nyawa dicabut, barulah ia sadar bahwa kehidupan sejati belumlah dimulai.
Imam Al-Ghazali berkata:
"Dunia ini laksana mimpi. Orang hanya sadar ketika terbangun di akhirat.
--
Kita Tertidur dalam Rutinitas, Bangunlah Sebelum Waktu Habis
Banyak manusia hidup hanya secara fisik, tetapi hati mereka tertidur. Mereka tidak merenungi tujuan hidup, tidak mengenal Allah, dan tidak bersiap untuk pulang.
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menulis dalam Al-Fawaid:
"Jika hatimu mati karena dosa, maka engkau seperti mayat yang berjalan. Dunia tidak bisa menghidupkannya, kecuali dengan cahaya iman dan taubat."
Kita merasa punya banyak waktu, padahal tidak satu pun dari kita yang dijamin akan melihat esok hari.
---
Kematian: Cermin Kesadaran yang Terlambat
Setelah kematian, semua akan jelas. Kebenaran yang dulu diabaikan akan nyata, catatan amal akan dibuka, dan penyesalan tidak bisa mengubah takdir.
Allah SWT menggambarkan keadaan mereka yang lalai:
"Sungguh, kamu telah berada dalam kelalaian tentang ini, maka Kami singkapkan darimu tabir (yang menutupi), maka penglihatanmu pada hari ini amat tajam." (QS. Qaf: 22)
Orang yang mengira dirinya berjaya di dunia, akan menyadari bahwa ia tidak membawa apa pun kecuali amal. Hartanya tinggal warisan. Jabatannya tinggal catatan sejarah.
---
Jangan Tunggu Mati untuk Sadar: Bangkitlah Sekarang
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu."
Setiap hari kita mendekat pada liang kubur. Maka setiap hari pula harus kita isi dengan taubat, amal, dan dzikir.
Sufyan ats-Tsauri berkata:
"Berbuat dosa itu mudah, tapi meninggalkan dosa dan memperbaikinya butuh perjuangan dan keikhlasan."
---
Refleksi Diri: Apakah Kita Sudah Bangun?
1. Sudahkah aku menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati?
2. Apakah aku membiarkan hidupku hanya diisi rutinitas tanpa makna?
3. Apakah aku menjadikan dunia sebagai tujuan atau sekadar jalan menuju akhirat?
---
Penutup: Jadilah Hamba yang Terjaga Sebelum Dijemput Malaikat Maut
Kita tidak tahu kapan kematian akan datang. Bisa malam ini, bisa esok pagi. Maka jangan tidur dalam kelalaian terlalu lama. Bangunlah sekarang, sebelum dibangunkan oleh kematian.
Imam Syafi'i Rahimakumullah berkata:
"Hidup di dunia itu seperti tamu, dan harta adalah pinjaman. Maka, jadilah seperti tamu yang santun dan pemegang amanah yang menjaga."
---
Wahai jiwa yang lalai, bangkitlah! Dunia bukan tempat tinggal, melainkan tempat singgah. Sedangkan akhirat adalah tempat kembali. Maka jadilah hamba yang terbangun sebelum ajal memaksa bangkit dari tidur panjang yang menipu.
Wallahu A'lam

.jpeg)

Posting Komentar
0Komentar