Antum pasti pernah berada pada kondisi dimana ada rasa di hati yang ingin berubah. Semacam ada bisikan lembut yang terus menyapa, mengajak kembali kepada Allah. Tapi langkah terasa berat. Dosa-dosa yang lalu seakan mengikat, membisikkan bahwa sudah terlambat. Tapi benarkah?
Saudaraku, keinginan untuk bertaubat itu merupakan tanda kasih sayang Allah masih menyapa jiwamu. Maka berbahagialah ..!! Allah tidak akan menanamkan rasa penyesalan dalam hati seorang hamba, kecuali karena Dia ingin membukakan pintu ampunan baginya. Coba renungkan perkataan mulia Baginda Rasulullah shalallahu alayhi wasallam;
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi, hasan sahih)
Maka Pertanyaan adalah Mengapa Taubat Terasa Berat?
Taubat terasa berat karena:
1. Syaitan membisikkan putus asa.
Syaitan ingin kita merasa terlalu kotor untuk kembali. Padahal Allah berfirman:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.” (QS. Az-Zumar: 53)
2. Lisan ingin istighfar, tapi hati belum sepenuhnya yakin.
Maka perbanyaklah istighfar meski belum bisa menangis. Terus ulangi, karena hati yang terus diguyur zikir akan kembali lembut. Seperti tanah yang kering tentu susah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, tapi ketika tersirami air terus menerus pada akhirnya tanah akan kembali segar lantas akan mudah mengeluarkan tumbuhan.
3. Lingkungan dan kebiasaan lama menarik kembali.
Taubat butuh perjuangan. Hijrah itu proses, bukan sulapan. Maka ubah perlahan. Satu dosa hari ini, ditinggalkan. Besok satu lagi. Bertahap, tapi istiqamah.
Kunci Taubat: Jangan Tunda!
Setiap detik yang kita tunda, bisa jadi mendekatkan ajal sebelum sempat kembali. Dan Allah sangat mencintai hamba yang datang pada-Nya, bahkan dengan langkah tertatih.
“Allah lebih gembira dengan taubat seorang hamba-Nya, daripada salah seorang dari kalian yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Muslim)
Lihatlah kasih-Nya. Satu langkah kita, dibalas dengan pelukan rahmat-Nya.
Langkah-Langkah Taubat yang Tulus:
1. Menyesal sepenuh hati atas dosa yang dilakukan.
2. Berhenti seketika dari maksiat tersebut.
3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
4. Jika dosa berkaitan dengan orang lain, maka minta maaf atau kembalikan haknya.
Allah Menunggumu
Berat memang. Tapi bukan mustahil. Air mata malam ini bisa jadi sebab surga esok hari. Tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai taubat. Mulailah, dan biarkan Allah yang menyempurnakan langkahmu.
Karena Allah tidak melihat siapa kamu dulu, tapi ke mana kamu menuju sekarang.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Wallahu A'lam
---



Posting Komentar
0Komentar