---
1. Hijrah sebagai Titik Awal Berdirinya DÄrul IslÄm
Hijrah Nabi Muhammad ļ·ŗ dari Makkah ke Madinah bukan sekadar pelarian dari penindasan. Ia adalah titik balik strategis yang menandai lahirnya tatanan baru Islam dalam bentuk negara. Di Madinah, Rasulullah ļ·ŗ bukan hanya sebagai nabi dan utusan Allah, tapi juga menjadi pemimpin umat yang menegakkan hukum-hukum Islam secara menyeluruh.
š Syekh Wahbah Az-Zuhaili menyatakan:
ŁŲ§ŁŲŖ Ų§ŁŁŲ¬Ų±Ų© Ų§ŁŁŲØŁŁŲ© Ų§ŁŁ Ų§ŁŁ ŲÆŁŁŲ© Ų§ŁŁ ŁŁŲ±Ų© (ŁŲ«Ų±ŲØ) ŁŁ Ų§ Ų³ŲØŁŁŲ§ Ł Ł ŲØŁŲ¹ŲŖŁ Ų§ŁŲ¹ŁŲØŲ© Ų£Ų³Ų§Ų³Ų§ ŁŁ ŁŲ“Ų£Ų© Ų£Ł ŲŖŁŁŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŲ© Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł ŁŲ© أ٠دار Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł ŁŁ Ų§ŲµŲ·ŁŲ§Ų ŁŁŁŲ§Ų¦ŁŲ§…
“Hijrahnya Nabi SAW menuju Al-Madinah Al-Munawwarah (Yatsrib) dan peristiwa sebelumnya, yaitu Baiat Aqabah Pertama dan Baiat Aqabah Kedua, merupakan asas dalam kelahiran atau pembentukan negara Islam (Al-Dawlah Al-Islamiyyah), atau Darul Islam, menurut istilah yang ada di kalangan fuqoha\` kita."
(Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Juz IX, hlm. 823)
---
2. Hijrah sebagai Awal Kebangkitan dan Kepemimpinan Islam
Dengan hijrah, Nabi Muhammad ļ·ŗ mulai membangun masyarakat Islam dengan sistem hidup tersendiri. Islam tidak lagi berputar dalam ruang pribadi, tetapi menjadi sistem kehidupan yang meliputi politik, ekonomi, hukum, dan militer.
š Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
﴿ŁَŲ§ŁَّŲ°ِŁŁَ آ٠َŁُŁŲ§ ŁَŁَŁ ْ ŁُŁَŲ§Ų¬ِŲ±ُŁŲ§ Ł َŲ§ ŁَŁُŁ Ł ِّŁ ŁَŁَŲ§ŁَŲŖِŁِŁ Ł ِّŁ Ų“َŁْŲ”ٍ ŲَŲŖَّŁٰ ŁُŁَŲ§Ų¬ِŲ±ُŁŲ§﴾
“Dan orang-orang yang beriman tetapi tidak berhijrah, maka tidak ada kewajiban atas kamu sedikit pun untuk melindungi mereka, sampai mereka berhijrah.”
(QS. Al-Anfal: 72)
š Ini menunjukkan bahwa hijrah adalah syarat bagi eksistensi umat Islam dalam sebuah wilayah hukum Islam (Darul Islam).
š Syekh Abdul Qadim Zallum menegaskan:
ŁَŁَŲ§Łَ ŁَŲŖَŁَŁَّŁ Ł َŁْŲµِŲØَ Ų§ŁŁُّŲØŁَّŲ©ِ ŁŲ§ŁŲ±ِّŲ³Ų§ŁَŲ©ِ ŁَŁَŲ§Łَ ŁِŁ ŁَŁْŲ³ِ Ų§ŁŁَŁْŲŖِ ŁَŲŖَŁَŁَّŁ Ł َŁْŲµِŲØَ Ų±ِŲ¦Ų§Ų³َŲ©ِ Ų§ŁŁ ُŲ³ْŁِŁ ِŁŁَ ŁِŁ Ų„ِŁŲ§Ł َŲ©ِ Ų£َŲْŁŲ§Ł ِ Ų§ŁŲ„ِŲ³ْŁŲ§Ł ِ
”Nabi SAW itu dahulu \[setelah hijrah] memegang kedudukan kenabian dan kerasulan, dan pada waktu yang sama memegang kedudukan kepemimpinan (ri’Ć¢sah) bagi kaum muslimin untuk menegakkan hukum-hukum Islam.”
(Abdul Qadim Zallum, Nizhâm Al-Hukm fî Al-Islâm, hlm. 116-117)
--
3. Pergeseran Makna Hijrah di Masa Kini
Sayangnya, makna hijrah kini mulai mengalami penyempitan. Banyak yang hanya menjadikannya momentum seremonial tahunan. Padahal hijrah adalah transformasi menyeluruh dalam cara berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan dengan syariat.
šø Padahal, Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
Ų§ŁŁ ُŁَŲ§Ų¬ِŲ±ُ Ł َŁْ ŁَŲ¬َŲ±َ Ł َŲ§ ŁَŁَŁ Ų§ŁŁَّŁُ Ų¹َŁْŁُ
“Seorang muhajir (yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang.” (HR. Bukhari no. 6484)
✔️ Hadis ini memang menunjukkan makna hijrah secara ruhani dan moral, namun tidak menafikan makna sosial dan politik dari hijrah Nabi ļ·ŗ yang membentuk struktur kekuasaan Islam.
---
4. Hijrah: Bukan Sekadar Spiritualitas, Tapi Perubahan Sistemik
Banyak kalangan membatasi hijrah hanya pada aspek spiritual dan akhlak, padahal Rasulullah ļ·ŗ setelah hijrah justru membangun:
* Piagam Madinah sebagai konstitusi pertama.
* Pasar Islam sebagai sistem ekonomi.
* Angkatan bersenjata sebagai sistem pertahanan.
* Sistem peradilan dan hukum.
š Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan:
Ų§ŁŁŲ¬Ų±Ų© ŁŁ: Ų§ŁŲ§ŁŲŖŁŲ§Ł Ł Ł ŲÆŲ§Ų± Ų§ŁŁŁŲ± Ų„ŁŁ ŲÆŲ§Ų± Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł ، ŁŲ§ŁŲ®Ų±ŁŲ¬ Ł Ł Ų§ŁŁ ŲøŲ§ŁŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŲ¹ŲÆŁ
“Hijrah adalah berpindah dari negeri kufur ke negeri Islam, dan dari kezaliman menuju keadilan.”
(Latha'if Al-Ma’arif, hlm. 66)
---
✅ Kesimpulan
Hijrah Nabi ļ·ŗ adalah fondasi berdirinya Darul Islam, sebagaimana ditegaskan para ulama.
- Ia bukan sekadar pindah tempat atau perbaikan pribadi, melainkan tahapan perjuangan menegakkan sistem Islam secara kaffah.
- Umat Islam hari ini perlu kembali pada makna hijrah yang sejati:
➤ Hijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem Islam.
➤ Hijrah dari dominasi hawa nafsu menuju ketaatan mutlak pada syariat.
š️ Mari renungkan, apakah hijrah kita hari ini hanya seremonial, atau benar-benar menuju peradaban Islam sebagaimana Nabi ļ·ŗ dan para sahabat bangun di Madinah?
---

.jpeg)

Posting Komentar
0Komentar