Seri_keluarga-Salah satu Khabar yang disampaikan Rasulullah Saw. Terkait keadaan akhir zaman adalah tersebarnya keburukan- keburukan di tengah-tengah umat.
Ketika Syariat Islam sudah tidak menjadi legal polecy dalam konteks kenegaraan, kerusakan dalam segala segi kehidupan mulai bermunculan.
Semakin tajamnya kesenjangan ekonomi akibat diterapkan nya ekonomi kapitalis yang berbasis Ribawi, rusaknya moral akibat tatanan sosial masyarakat yang semakin bebas. Tidak hanya itu, kerusakan juga menerpa dalam kehidupan keluarga.
Banyak kasus bermunculan , seperti anak membunuh orang tua, suami membunuh istri lantaran ketahuan selingkuh, anak melakukan perbuatan zina, dll.
Bisa dikatakan bahwa munculnya kerusakan moral berawal dari salahnya pendidikan dalam keluarga. Orang tua tidak siap menyiapkan anak anak mereka dengan bekal pemahaman Islam. Walhasil ketika anak sudah dewasa mereka Tidak paham perkara yang diharamkan atau yang diwajibkan.
Sementara orang tuanya tidak memandang hal ini menjadi perkara yang penting. Mereka memandang bahwa yang penting kelak anak dewasa mereka siap secara materi.
Contoh perilaku abainya orang tua terhadap anak di zaman sekarang seperti membiarkan anak perempuan mereka Tidak menutup aurat. Bahkan ibunya pun Tidak mampu memberikan contoh bagaimana seharusnya menjadi perempuan yang seharusnya dalam Islam. Sementara bapaknya sebagai kepala rumah tangga tidak merasa hal itu menjadi perkara besar.
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,
« فإنه لا يأتي عليكم يوم أو زمان إلا والذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم »
“Tidaklah datang kepada kalian suatu hari atau suatu zaman melainkan sesudahnya lebih buruk dari sebelumnya, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian.” (HR. Ibnu Hibban (XIII/282 no. 5952 -al-Ihsan).
Dalam riwayat lain disebutkan Rasulullah ﷺ bersabda:
"ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالدَّيُّوثُ، وَرَجُلَةُ النِّسَاءِ"
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dayyus, dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)
Imam Nawawi menjelaskan bahwa الدَّيُّوث adalah:
"وَهُوَ الَّذِي لَا يَغَارُ عَلَى أَهْلِهِ"
“Dayyus adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya.”
Dalam kitab Al-Minhaj bi Syarh Shahih Muslim, beliau menambahkan bahwa Dayyus adalah laki-laki yang membiarkan kemungkaran dan zina terjadi di dalam keluarganya tanpa rasa malu atau cemburu.
Beliau berkata:
"وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يَرْضَى بِالْفَاحِشَةِ فِي أَهْلِهِ، كَزِنَا زَوْجَتِهِ أَوْ بِنْتِهِ أَوْ أُخْتِهِ"
“Dayyus adalah orang yang ridha dengan perbuatan keji (zina) yang terjadi pada keluarganya, seperti istrinya, anak perempuannya, atau saudarinya.”
Sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ berkata:
"الدَّيُّوثُ هُوَ الَّذِي لَا غَيْرَةَ لَهُ عَلَى أَهْلِهِ"
"Dayyus adalah orang yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya."
Walhasil, di era kehidupan yang sangat seluler ini, banyak melahirkan Para suami yang berwatak "Dayyus".
Muhasabah :
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dijelaskan ;
كُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عن رَعِيَّتِهِ، والأمِيرُ راعٍ، والرَّجُلُ راعٍ على أهْلِ بَيْتِهِ، والمَرْأَةُ راعِيَةٌ على بَيْتِ زَوْجِها ووَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عن رَعِيَّتِهِ.
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang pemimpin adalah pemimpin bagi rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang perempuan adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
----------------------------
Khusus terkait kedudukan seorang laki laki terhadap keluarga nya. Maka kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas keluarganya.
Dijelaskan terkait hadits tersebut dan kewajiban seorang laki laki terhadap keluarga nya
يكون الرجل مسئولا عن أهل بيته، تربية وتعليما وتهذيبا وتقويم
"Seorang laki-laki bertanggung jawab atas keluarganya, dalam hal pendidikan, pengajaran, pembinaan, dan perbaikan".
Walhasil tanggung jawab seorang kepala rumah tangga Tidak hanya Masalah harta tapi bagaimana dia mampu mendidik keluarga nya untuk taat kepada Allah SWT dan RasulullahNya.
Seperti mendidik anak perempuan sejak kecil membiasakan menutup aurat , dan menjelaskan bagaimana kewajiban seorang perempuan ketika sudah menginjak baligh maka wajib baginya menutup aurat ketika keluar. Menjelaskan bagaimana Islam mengatur pergaulan antara laki laki dan perempuan yang bukan mahram. dll.
Wallahu A'lam bi showab


Posting Komentar
0Komentar