الحديث الثالث
ثواب العمل في السياسة من أمر بالمعروف ونهي عن المنكر ودعوة إلى الإسلام، وخطورة تركه
Pahala Beramal dalam Politik melalui Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan Dakwah Islam, serta Bahaya Meninggalkannya
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ، أَنّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ عِنْدِهِ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ "
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, atau hampir saja Allah Azza wa Jalla akan mengirimkan azab dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya tetapi doa kalian tidak akan dikabulkan."
(HR. Tirmidzi, Ahmad, dan lainnya – Hadis ini sahih)
ومحاسبة الحكام إنما هي من الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، ومن أهم الأعمال السياسية، بل وردت أحاديث تنصُّ على محاسبة الحاكم خاصة، لما لحاسبة الحاكم وأمره بالمعروف ونهيه عن المنكر من أهمية.
"Mengkoreksi para penguasa adalah bagian dari amar ma'ruf nahi munkar dan termasuk salah satu pekerjaan politik yang paling penting. Bahkan, terdapat hadis-hadis yang secara khusus menegaskan kewajiban mengkoreksi penguasa, karena pentingnya menghisab mereka, memerintahkan mereka kepada kebaikan, dan melarang mereka dari kemungkaran."
فعن عطية عن
سعيد، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم: " أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر " . ۲۹.
Dari ‘Aṭiyyah, dari Sa‘id, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat yang benar di hadapan penguasa yang zalim." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya – Hadis ini sahih
فهذا نص في محاسبة الحاكم، ووجوب قول كلمة الحق عنده، وجعله كالجهاد، بل أفضل الجهاد، وقد شدّد في الحث عليه، والترغيب فيه، حتى لو أدى إلى القتل . كما ورد عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم حيث قال: وقال: " سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب، ورجل قام الى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله " ٣٠
"Ini adalah nash (Nash yang jelas) tentang kewajiban mengkoreksi penguasa, menyampaikan kalimat yang benar di hadapannya, dan menjadikannya sebagai jihad—bahkan jihad yang paling utama. Islam sangat menekankan perintah ini dan menganjurkannya, bahkan jika hal itu berujung pada kematian. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ: 'Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muththalib, dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang zalim, lalu ia memerintahkannya (kepada kebaikan) dan melarangnya (dari kemungkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya.'" (HR. Al-Hakim, hadis sahih).
وقال: " كلا والله لتأمرنّ بالمعروف ولتنهون عن المنكر ولتأخذن على يد الظالم ولتأطرنّه على الحق أطرا أو تقصرنّه على الحق قصرا ". ٣١
"Dan beliau ﷺ bersabda: 'Tidak! Demi Allah, sungguh kalian harus memerintahkan kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mengambil tangan orang zalim (mencegahnya dari kezaliman), membawanya kepada kebenaran dengan tegas, atau memaksanya untuk tetap berada dalam kebenaran.'"(HR. Abu Dawud, Tirmidzi – Hadis hasan).
فالعمل السياسي من أمر بالمعروف ونهي عن المنكر هو من أهم الواجبات الشرعية، وأن يكون ذلك مع الحكام هو أكثر وجوباً وأهمية، لما فيه من صلاح للراعي والرعية، والدولة والمجتمع.
"Maka aktivitas politik yang berupa amar ma'ruf nahi munkar termasuk salah satu kewajiban syar'i yang paling penting.
Dan melaksanakannya terhadap para penguasa adalah kewajiban yang lebih besar dan lebih utama, karena di dalamnya terdapat perbaikan bagi pemimpin dan rakyat, serta kebaikan bagi negara dan masyarakat."
Wallahu A'lam bi showab
_____________________
سنن الترمذي حديث حسن
رواه الحاكم في المستدرك على الصحيحين، وصححه.
أبو داود والترمذي وابن ماجه، وحسنه الترمذي.


Posting Komentar
0Komentar