الطهارة
الطهارة في اللغة تعني النقاء والبراءة من الأوساخ. أما الطهارة في اصطلاح الفقهاء، فهي إزالة الحدث والنجاسة أو ما يتوافق مع معنى وصورة كليهما. والمقصود بعبارة "ما يتوافق مع معنى وصورة كليهما" هو مثل: التيمم، والغسل المستحب، وغسل اليدين الثاني، والمضمضة وما شابه ذلك.
THAHARAH
Thaharah menurut bahasa adalah suci dan bersih dari kotoran. Adapun thaharah menurut
istilah para ulama ahli hukum Islam (fuqaha) adalah menghilangkan hadats dan najis atau sesuatu yang senada dengan makna dan gambaran pengertian keduanya. Yang dimaksud dengan ungkapan “yang senada dengan makna dan gambaran pengertian keduanya” , yaitu seperti: tayamum, mandi besar yang disunnahkan, cucian yang kedua, bekumur dan sejenisnya.
إزالة الحدث والنجاسة تكون بالماء المطلق، وهو الماء الذي لم يكتسب صفات أخرى بحيث يبقى اسمه ماءً خالصًا.
Menghilangkan hadats dan najis itu adalah dengan air mutlak, yakni dengan air yang belum mendapatkan imbuhan unsur lain sehingga namanya juga masih tetap sebagai air murni.
الماء المطلق هو ماء البحر، والماء الذي ينزل من السماء، والماء الذي يخرج من الأرض. ويصنف ماء البحر كماء مطلق بناءً على قول رسول الله صلى الله عليه وسلم:
(1) "ماء البحر طاهر"
Air mutlak ini adalah air laut, air yang turun dari langit, dan air yang keluar dari bumi. Air laut dikategorikan sebagai air mutlak adalah berdasarkan sabda Rasulullah saw. :
(1) “Laut itu airnya suci”
أما الماء الذي ينزل من السماء مثل ماء المطر والثلج (الجليد) فهو مستند إلى قول الله تعالى:
"وأنزلنا من السماء ماءً طهورًا" (سورة الأنفال، 8: 11).
Sedang air yang turun dari langit seperti air hujan dan salju (es) adalah berdasarkan firman Allah SWT:
Dan Allah menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk mensucikan kalian dengannya” (QS. Al Anfal,8: 11).
أما الماء الذي يخرج من باطن الأرض، مثل العيون وماء الآبار، فهو مستند إلى رواية تقول:
"إن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتوضأ بماء من بئر بُعْذَان".
Adapun air yang keluar dari perut bumi, yakni mata air dan air sumur adalah berdasarkan
sebuah riwayat yang mengemukakan :
(3) “Sesungguhnya Nabi saw. pernah berwudlu dengan air dari sumur Bi/udha’ah”
أما ما يُصنف بخلاف الماء المطلق، فهو السوائل مثل: الخل، وماء الزهور، والمشروبات الكحولية، وعصائر الفواكه أو النباتات. وكل ذلك لا يجوز استخدامه، سواء لإزالة الحدث أو لإزالة النجاسة. قال الله تعالى:
"فلم تجدوا ماءً فتيمموا" (سورة النساء، 4: 43).
Yang dikategorikan selain air mutlak, yaitu benda-benda cair seperti : cuka, air bungan,
minuman keras, dan sari buah-buahan atau tumbuhan. Kesemua itu tidak boleh dipergunakan, baik untuk menghilangkan hadats maupun untuk menghilangkan najis. Firman Allah SWT:
”…kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kalian” (QS. An Nisa,4: 43).
في هذه الآية يأمر الله تعالى الذين لا يجدون الماء أن يتيمموا. ويشير إلى أن الوضوء لا يُقبل إلا بالماء.
Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang yang tidak mendapatkan air
agar bertayamum. Dan Dia memberikan petunjuk bahwa wudlu tidak dibenarkan selain dengan air.
وذلك لأن إزالة النجاسة تعني إعادة الحالة إلى الطهارة (النقاء) ولا يمكن أن تتحقق الطهارة إلا بالماء. قال الله تعالى:
"وأنزلنا من السماء ماءً طهورًا" (سورة الأنفال، 8: 11).
Hal ini dengan alasan, karena sesungguhnya menghilangkan najis berarti mengembalikan keadaan agar menjadi suci (bersih) kembali dan suci itu sendiri hanya bisa terjadi dengan air. Allah SWT berfirman:
“Dan Allah menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk mensucikan kalian dengannya” (QS. Al Anfal, 8 : 11).
Kesimpulan tentang Bab Thaharah
1. Definisi Thaharah: Thaharah secara bahasa berarti suci dan bersih dari kotoran. Dalam istilah fiqh, thaharah adalah proses menghilangkan hadats dan najis.
2. Contoh Proses Thaharah : Selain menghilangkan hadats dan najis, thaharah juga mencakup praktik seperti tayamum, mandi besar yang disunnahkan, mencuci kedua tangan, dan berkumur.
3. Penggunaan Air Mutlak: Proses thaharah dilakukan dengan air mutlak, yaitu air yang tidak tercampur dengan unsur lain, sehingga tetap disebut air murni.
4. Sumber Air Mutlak: Air mutlak meliputi air laut, air hujan, dan air yang berasal dari bumi. Air laut dianggap sebagai air mutlak berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa "air laut itu suci".
Dengan demikian, thaharah merupakan aspek penting dalam praktik ibadah dalam Islam yang berkaitan dengan kesucian dan kebersihan.
---------------------
*Pembahasan Tambahan:*
↪️ _menghilangkan Najis ( istinja') atau yg lain dengan menggunakan tisu basah_
Jika Masalah menghilangkan Najis harus menggunakan Air mutlak. Lalu bagaimana jika Masalah *Istinja* menggunakan media selain air dalam kondisi tertentu dan apakah sah dana bisa menghilangkan najis ?
Maka dalam kondisi tertentu, dimana Tidak ditemukan air , untuk menghilangkan najis (Istinja) boleh menggunakan media lain selain air seperti batu, atau benda padat. *Khususnya pakai tisu atau tisu basah*.
kitab Bughyat al- Mustarsyidin halaman 44, karya Sayyid Abdurrahman Ba’alawi al-Hadromi (lahir 1834 M)
يجوز الإستنجاء بأوراق البياض الخالي عن ذكر الله تعالى كما في الإيعاب
Diperbolehkan beristinja’ memakai kertas putih yang tidak terdapat tulisan yang menyebutkan nama Allah, sebagaimana keterangan kitab Al-I’ab.
Namun menggunakan air ( jika ada air) adalah lebih utama.


Posting Komentar
0Komentar