Jalan wasilah ketaqwaan
QS. Al-Ma'idah: 35, yang berbunyi:
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, serta berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung."
Tiga Pelajaran Penting dari ayat :
1. Anjuran Ketaqwaan
تقوى الله: ترك المحرمات والابتعاد عن المنهيات.
Takwa kepada Allah: meninggalkan hal-hal yang diharamkan dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
2. Mencari Wasilah ketaqwaan
.ابتغاء الوسيلة: طلب القربى إلى الله بالطاعات والعبادات المفروضة والنافلة.
Mencari wasilah: berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui ketaatan dan ibadah, baik yang diwajibkan maupun yang sunnah.
3. Perihal Masalah Jihad
.الجهاد في سبيل الله: بذل الجهد في رفع كلمة الله ودينه، لما فيه من منزلة عظيمة وهو طريق إلى الجنة
Jihad di jalan Allah: mengerahkan usaha untuk meninggikan kalimat Allah dan agama-Nya, karena jihad memiliki kedudukan yang agung dan merupakan jalan menuju surga.
Hadits- hadits terkait ayat diatas :
1. Hadis Tentang Tawassul dengan Amal Saleh
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال:
"انطلق ثلاثة نفر ممن كان قبلكم حتى آواهم المبيت إلى غار، فدخلوه فانحدرت صخرة من الجبل فسدت عليهم الغار، فقالوا: إنه لا ينجيكم من هذه الصخرة إلا أن تدعوا الله بصالح أعمالكم..."
(رواه البخاري ومسلم)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ada tiga orang dari umat sebelum kalian yang sedang berjalan, kemudian mereka terpaksa bermalam di sebuah gua. Tiba-tiba sebuah batu besar jatuh dari gunung dan menutupi pintu gua, sehingga mereka tidak dapat keluar. Mereka pun berkata: 'Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian dari bahaya ini kecuali jika kalian berdoa kepada Allah dengan amal-amal saleh kalian.'"
(Muttafaqun 'Alaih: HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hadis Tentang Jihad :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
"جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم."
(رواه أبو داود، وصححه الألباني)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Berjihadlah di jalan Allah dengan harta, jiwa, dan lisan kalian."
(HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani)
3. Allah Mencintai Hamba yang Dekat dengan-Nya lewat amal Sholeh
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
"قال الله تعالى: وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعطينه، ولئن استعاذني لأعيذنه."
(رواه البخاري)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Allah berfirman: 'Hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku kabulkan, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi.’"
Tafsir Ayat :
Di dalam tafsir Al wasith karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili beliau mengatakan terkait ayat diatas.
تأمر الآية الأولى المؤمنين بأوامر ثلاثة: وهي تقوى الله، وهي إذا قرنت بالطاعة تعني الكفّ عن المحارم وترك المنهيات، والأمر الثاني: طلب القربة إلى الله وهي ابتغاء الوسيلة، والوسيلة: القربة أي ما يتوصل به إلى تحصيل المقصود والنجاح، والأمر الثالث: الجهاد في سبيل إعلاء كلمة الله ودينه، وخصّ هنا الأمر بالجهاد لأمرين: أولهما- رفعة شأنه بين أعمال البر وأنه قاعدة الإسلام، والثاني- أنه الطريق إلى الجنة والعبادة التي هي بديل عن المحاربة أو قطع الطريق.
Ayat pertama memerintahkan orang-orang beriman tiga hal:
1. Bertakwa kepada Allah, yang jika dikaitkan dengan ketaatan, berarti menahan diri dari perbuatan haram dan meninggalkan hal-hal yang dilarang.
2. Mencari kedekatan kepada Allah, yaitu "mencari wasilah." Wasilah berarti cara mendekatkan diri kepada Allah, yakni sarana untuk mencapai tujuan dan keberhasilan.
3. Berjihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya dan agama-Nya.
Perintah jihad secara khusus disebutkan dalam ayat ini karena dua alasan:
- Pertama : untuk menunjukkan keutamaan jihad di antara amal-amal kebajikan lainnya, serta kedudukannya sebagai pilar utama Islam.
- Kedua, karena jihad adalah jalan menuju surga dan bentuk ibadah yang menjadi pengganti dari perbuatan seperti merampas atau memutus jalan (kejahatan).
Dalam Tafsir As Sa'di. di jelaskan terkait ayat diatas :
هذا أمر من الله لعباده المؤمنين، بما يقتضيه الإيمان من تقوى الله والحذر من سخطه وغضبه
Ini adalah perintah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, sesuai dengan tuntutan keimanan mereka untuk bertakwa kepada Allah, dan berhati-hati terhadap kemurkaan dan kemarahan-Nya
، وذلك بأن يجتهد العبد، ويبذل غاية ما يمكنه من المقدور في اجتناب ما يَسخطه الله من معاصي القلب واللسان والجوارح، الظاهرة والباطنة.
Hal itu dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan mengerahkan kemampuan maksimal dalam menjauhi segala hal yang menyebabkan kemurkaan Allah, baik berupa dosa-dosa hati, lisan, maupun anggota tubuh, baik yang tampak maupun tersembunyi.
، ويستعين بالله على تركها، لينجو بذلك من سخط الله وعذابه.
Serta memohon pertolongan kepada Allah untuk meninggalkan dosa-dosa tersebut, agar selamat dari kemurkaan dan azab-Nya.
﴿وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ﴾ أي: القرب منه، والحظوة لديه، والحب له، وذلك بأداء فرائضه القلبية، كالحب له وفيه، والخوف والرجاء، والإنابة والتوكل.
"Dan carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya" maksudnya adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah, mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi-Nya, dan meraih kecintaan-Nya. Ini dilakukan dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan, baik yang bersifat hati seperti mencintai Allah, takut, berharap, bertaubat, dan tawakal,
والبدنية: كالزكاة والحج. والمركبة من ذلك كالصلاة ونحوها، من أنواع القراءة والذكر، ومن أنواع الإحسان إلى الخلق بالمال والعلم والجاه، والبدن، والنصح لعباد الله، فكل هذه الأعمال pتقرب إلى الله.
maupun yang bersifat jasmani seperti zakat dan haji. Juga, ibadah yang menggabungkan lkeduanya, seperti salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berbuat baik kepada makhluk melalui harta, ilmu, pengaruh, fisik, atau memberikan nasihat kepada hamba-hamba Allah. Semua amal tersebut mendekatkan diri kepada Allah.
ولا يزال العبد يتقرب بها إلى الله حتى يحبه الله،
Seorang hamba yang terus-menerus mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal tersebut, pada akhirnya akan dicintai oleh Allah.
فإذا أحبه كان سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي [بها] ويستجيب الله له الدعاء.
Jika Allah mencintainya, maka Dia menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk bertindak, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Allah pun akan mengabulkan doanya.
ثم خص تبارك وتعالى من العبادات المقربة إليه، الجهاد في سبيله،
Kemudian Allah secara khusus menyebutkan salah satu ibadah yang paling mendekatkan diri kepada-Nya, yaitu jihad di jalan-Nya.
وهو: بذل الجهد في قتال الكافرين بالمال، والنفس، والرأي، واللسان، والسعي في نصر دين الله بكل ما يقدر عليه العبد،
Jihad adalah mengerahkan usaha maksimal dalam memerangi orang-orang kafir dengan harta, jiwa, pemikiran, lisan, dan segala upaya yang dapat dilakukan untuk menolong agama Allah.
لأن هذا النوع من أجل الطاعات وأفضل القربات. ولأن من قام به، فهو على القيام بغيره أحرى وأولى
Hal ini karena jihad adalah salah satu bentuk ketaatan yang paling mulia dan ibadah yang paling utama. Barang siapa melaksanakan jihad, ia lebih pantas dan lebih mampu melaksanakan ketaatan lainnya.
﴿لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ إذا اتقيتم الله بترك المعاصي، وابتغيتم الوسيلة إلى الله، بفعل الطاعات، وجاهدتم في سبيله ابتغاء مرضاته. والفلاح هو الفوز والظفر بكل مطلوب مرغوب، والنجاة من كل مرهوب، فحقيقته السعادة الأبدية والنعيم المقيم.
"Agar kamu beruntung", yaitu jika kamu bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan dosa, mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan, dan berjihad di jalan-Nya demi meraih keridhaan-Nya. Keberuntungan yang dimaksud adalah memperoleh segala yang diinginkan dan dicita-citakan, serta selamat dari segala yang ditakuti. Hakikat keberuntungan adalah kebahagiaan abadi dan kenikmatan yang kekal.

.jpeg)
Posting Komentar
0Komentar