
Oleh : KH. Ahmad Zen
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Kaum Muslimin dan Muslimat di mana pun berada, sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna. Islam tidak hanya mengatur urusan akhirat, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Islam bukan hanya mengurusi ibadah mahdhah, tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan secara praktis.
Kehebatan dan kesempurnaan Islam ini akan dirasakan oleh seluruh penghuni bumi. Sebagai *rahmatan lil ‘alamin*, Islam tidak hanya membawa manfaat bagi manusia, tetapi juga bagi hewan, bangsa jin, dan makhluk lainnya.
Islam Seperti Apa yang Menjadi Rahmat bagi Sekalian Alam?
Islam yang sempurna dan menjadi rahmat bagi seluruh alam adalah Islam yang diterapkan dalam kehidupan (fil hayat), masyarakat (mujtama), dan negara (daulah). Islam harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dan dijalankan oleh negara.
Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa meskipun Islam ada dan negara juga ada, tetapi negara justru menerapkan hukum buatan manusia. Sementara itu, Islam hanya dibiarkan sebagai urusan pribadi bagi segelintir orang yang masih taat.
Akibatnya, pola kehidupan yang terbentuk saat ini jauh dari ideal. Kehidupan yang dicontohkan oleh Rasulullah ï·º, para sahabat, dan generasi setelahnya telah berubah. Hari ini, banyak hal yang diharamkan oleh Allah justru dihalalkan oleh manusia. Sebaliknya, apa yang diwajibkan oleh Islam malah dilarang atau bahkan dikriminalisasi.
Dampak Kehidupan Tanpa Syariat Islam
Karena Islam tidak diterapkan secara kaffah, kehidupan yang seharusnya penuh keamanan, kenyamanan, dan keadilan justru berubah menjadi penuh kekacauan dan kezaliman.
Belakangan ini, mahasiswa juga menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi Indonesia yang mereka sebut sebagai "Indonesia Gelap". Ini bukan tanpa alasan.
1. Gelap dari aspek persatuan – Kerusuhan terjadi di mana-mana.
2. Gelap dari aspek ekonomi – Tidak hanya rakyat yang miskin, tetapi aset negara juga habis, sementara utang negara semakin tinggi.
3. Gelap dari aspek hukum– Hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Rakyat kecil dihukum tegas, tetapi para pejabat dan oligarki nyaris tidak tersentuh, atau jika tersentuh, hanya mendapatkan hukuman yang ringan.
Situasi ini menunjukkan bahwa kezaliman terus terjadi. DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru lebih berpihak kepada kekuasaan.
Islam Adalah Solusi
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka umat akan semakin menderita. Oleh karena itu, solusi satu-satunya adalah kembali kepada Islam. Islam harus diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan.
Dalam kitab-kitab para ulama disebutkan bahwa kebutuhan mendesak bagi kaum Muslimin saat ini, termasuk bagi rakyat Indonesia, hanya ada dua hal:
1. I'adatul hukmi bima anzalallah – Mengembalikan hukum Allah untuk mengatur kehidupan ini. Saat ini, kehidupan diatur dengan hukum buatan manusia, hukum jahiliah, yang dibuat oleh orang-orang kafir, fasik, dan zalim. Hukum tersebut sering kali dibuat berdasarkan pesanan para penjajah dan konglomerat hitam, lalu disahkan serta diberlakukan kepada rakyat.
Sudah saatnya hukum jahiliah ini ditinggalkan dan diganti dengan hukum Allah. Allah adalah pemilik alam semesta dan seluruh jagat raya, maka hanya hukum-Nya yang layak diterapkan.
2. Iqamatul Khilafah – Menegakkan syariat Islam dalam sebuah institusi negara yang menerapkan hukum Islam secara menyeluruh. Satu-satunya negara yang sejak awal memiliki tujuan untuk menerapkan hukum Islam secara sempurna adalah negara *Khilafah*.
Oleh karena itu, dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kekacauan yang terjadi akan berubah menjadi kebaikan jika hukum Allah ditegakkan. Namun, hukum Allah secara sempurna tidak mungkin diterapkan tanpa adanya institusi *Khilafah*.
Dalil dan Pandangan Ulama tentang Khilafah
Secara dalil, kewajiban menegakkan *Khilafah* sudah tercatat dalam kitab-kitab para ulama. Sebagai seorang yang berasal dari pesantren, saya bersaksi demi Allah bahwa dalil-dalil tentang Khilafah ini benar adanya.
Masalahnya, ada ulama yang jujur dan ada yang tidak. Jika umat sibuk mencari solusi tanpa kembali kepada hukum Allah, maka tidak akan ada perubahan. Pergantian presiden pun tidak akan menyelesaikan masalah selama hukum yang diterapkan tetap hukum buatan manusia.
Sistem demokrasi dan kapitalisme adalah sistem kufur. Demokrasi tidak menolak agama, tetapi menolak peran serta agama dalam kehidupan. Sementara itu, komunisme adalah ideologi anti-agama yang jelas-jelas menolak keberadaan Tuhan dan kehidupan akhirat.
Jika kapitalisme dan demokrasi sudah terbukti gagal, maka umat hanya memiliki dua pilihan: Islam atau komunisme. Tidak ada pilihan ketiga.
Saat umat dihadapkan pada pertanyaan ini, mayoritas akan memilih Islam. Maka, solusi satu-satunya bagi Indonesia dan dunia adalah kembali kepada hukum Islam dalam naungan *Khilafah*.
Umat Harus Fokus pada Agenda Utama
Saat ini, banyak kaum Muslimin yang sibuk dengan berbagai agenda, tetapi tidak fokus pada hal yang menjadi kebutuhan pokok umat, yaitu penerapan syariat Islam secara kaffah dalam Khilafah.
- Pendidikan yang baik tetap harus ada, tetapi jika tidak dalam rangka menegakkan syariat dan *Khilafah*, maka akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
- Perhatian terhadap ekonomi umat adalah hal baik, tetapi jika tidak dalam rangka menegakkan syariat dan Khilafah, maka tidak akan menyelesaikan akar permasalahan.
- Memakmurkan masjid juga penting, tetapi jika tidak dikaitkan dengan perjuangan menegakkan syariat Islam dalam Khilafah, maka hisabnya akan berat di akhirat.
Seorang ulama berkata, "Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bukan agenda pokok umat, sama saja dengan berpaling dari agenda pokok umat."
Maka, umat Islam harus fokus kepada dua hal:
1. Mengembalikan hukum Allah sebagai dasar kehidupan.
2. Menegakkan Khilafah agar hukum Islam dapat diterapkan secara sempurna.
Kesadaran Umat yang Semakin Meningkat
Ketika saya bertemu masyarakat dan bertanya, "Apakah Indonesia hari ini dalam kondisi baik atau buruk?" Seawam-awamnya orang akan menjawab, "Tidak baik."
Lalu saya bertanya lagi, "Jika ini tidak baik, apakah harus dipertahankan atau diganti?"
Jawabannya, "Harus diganti!"
Jika sistem kapitalisme dan demokrasi ini harus diganti, lalu dengan apa kita menggantinya? Umat harus memilih: **Islam atau komunisme**. Alhamdulillah, mayoritas akan memilih Islam.
Kesimpulan
Saatnya umat menyadari bahwa satu-satunya solusi untuk seluruh permasalahan kehidupan ini adalah Islam yang diterapkan secara kaffah dalam *Khilafah*. Islam bukan sekadar teori atau sekadar ibadah mahdhah, tetapi Islam adalah sistem kehidupan yang harus diterapkan dalam individu, masyarakat, dan negara.
Sebagaimana dikatakan Imam Al-Ghazali:
"Agama adalah fondasi, sedangkan kekuasaan adalah penjaga. Maka, sesuatu yang tidak memiliki fondasi akan runtuh, dan sesuatu yang tidak memiliki penjaga akan hilang."
Oleh karena itu, mari kita kembali kepada Islam, kembali kepada syariat Allah, dan berjuang menegakkan Khilafah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Posting Komentar
0Komentar