Dalam kehidupan rumah tangga, kelembutan dan kasih sayang adalah fondasi utama yang menjaga keharmonisan dan keutuhan hubungan suami istri. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam telah memberikan teladan sempurna dalam memperlakukan keluarganya dengan penuh kasih, canda, dan kelembutan, tanpa mengurangi wibawa ataupun tanggung jawabnya sebagai pemimpin rumah tangga.
1. Rasulullah: Teladan dalam Kasih Sayang kepada Keluarga
Diriwayatkan dalam Shahīh Muslim:
رُوي مسلم عن بعض الصحابة رضي الله تعالى عنهم أنه قال:
«ما رأيت أحدًا أرحم بالعيال؛ من رسول الله صلى الله عليه وسلم»."Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih penyayang kepada keluarga daripada Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam."
Demikian pula dalam Tārīkh Ibn ‘Asākir dari Anas radhiyallāhu ‘anhu:
«كان صلى الله عليه وسلم أرحم الناس بالصبيان، والعيال».
"Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling penyayang terhadap anak-anak kecil dan keluarga."
Ini menunjukkan betapa besar perhatian dan cinta beliau terhadap keluarganya, baik anak-anak maupun istri-istrinya.
Dalam kitab Nidhomul usroh, karangan Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, beliau mengatakan
ومن حُسن عشرة الرجل للمرأة: أن يمازحها ويُداعبها، فإن في المُداعبة تطبيبًا لقلبها، وإراحة لنفسها، وجبرًا لخواطرها، وإنَّ فيها تنشيطها إلى العمل عن رغبة في إرضاء الزوج، وحُبّ له.
Di antara bentuk pergaulan yang baik dari seorang suami terhadap istrinya adalah bahwa ia bersenda gurau dan bercanda dengannya. Karena dalam senda gurau itu terdapat penyejuk hati, ketenangan jiwa, dan penghiburan perasaan. Bahkan hal itu dapat membangkitkan semangat istri untuk bekerja (melayani suami) dengan senang hati dalam rangka meraih keridhaan suaminya dan karena cinta kepadanya.
2. Canda dan Kelembutan dalam Interaksi Suami Istri
Salah satu bentuk kasih sayang Nabi adalah candanya bersama istri. Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
«كان صلى الله عليه وسلم يمازح نساءه»
"Beliau biasa bercanda dengan istri-istrinya."
Bahkan dalam hadits shahih riwayat Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ibnu Mājah dari ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhā disebutkan:
أنه عليه الصلاة والسلام كان يُسابقها في العدو، فسبقته يومًا، وسبقها في بعض الأيام، فقال صلى الله عليه وسلم: «هذه بتلك».
"Rasulullah pernah berlomba lari denganku, lalu aku menang. Di waktu lain beliau menang, dan beliau bersabda: 'Ini sebagai balasan dari yang tadi'."
3. Memuliakan Istri adalah Tanda Kesempurnaan Iman
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
«أكمل المؤمنين إيمانًا، أحسنهم خُلُقًا، وخياركم خياركم لنسائهم»."Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya."
Hadits ini menunjukkan bahwa kemuliaan akhlak seorang suami terhadap istrinya adalah tolok ukur keimanan yang sempurna.
4. Ulama Tentang Pentingnya Canda yang Baik dalam Rumah Tangga
Imam Al-Ghazali rahimahullāh berkata dalam Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn:
"فَالمُداعبة مع الأهل من محاسن أخلاق النبي، وفيها تطييب للنفوس وتأنيس للقلوب."
"Bercanda dengan istri adalah bagian dari akhlak mulia Nabi, dan di dalamnya terdapat hiburan jiwa serta penghangat hati."
Namun beliau juga memberi catatan penting:
"وليحذر المزاح الذي يذهب الهيبة، فإن المزاح إذا جاوز الحد أفسد المروءة وأسقط الهيبة."
"Hendaknya seseorang berhati-hati dengan canda yang berlebihan, karena jika melewati batas, maka ia akan merusak kehormatan dan menjatuhkan wibawa."
5. Niat Baik dalam Canda Bernilai Ibadah
وحُسن النية في المُداعبة مطلوب، وفيه ثواب كبير، وعليه إذا مازح أن يَصْدُق ولا يَكْذِب، وأن يكون معتدلًا، فلا يزيد إلى أن تَجْرُؤَ عليه، فإن ذلك يُفْسِد خُلُقَها، ويُزيل مَهيَّة من قلبها.
"Niat yang baik dalam bercanda sangat dianjurkan dan berpahala besar. Hendaknya dalam bercanda tidak berdusta, bersikap adil, dan tidak berlebihan sampai membuat istri menjadi kurang hormat, karena hal itu akan merusak akhlaknya dan menghilangkan wibawa suami dari hatinya."
Hikmah
Canda yang tulus dan lembut dari seorang suami terhadap istrinya bukanlah tanda kelemahan, melainkan cerminan cinta, kasih sayang, dan akhlak Nabi yang luhur. Selama dilakukan dengan niat baik, tidak berdusta, dan tidak berlebihan, maka canda itu bernilai ibadah dan bisa menjadi perekat cinta dalam rumah tangga.

.jpeg)

Alhamdulillah
BalasHapus